Foto bersama Walikota Hannover dan Direktur Kantor Urusan Internasional Universität Hannover di Balai Kota Hannover

1. Darimana Bapak mengetahui program ini?

Saya mengetahui adanya progam MoI tersebut dari informasi yang ada di website DAAD

 

2. Bagaimana proses pendaftaran. Hal apakah yang menurut Bapak dianggap sebagai persyaratan tersulit?

Proses pendaftaran dilakukan secara on line. Untuk dapat berpartisipasi dalam program ini, selain harus memenuhi berbagai persyaratan yang ada, maka kita diwajibkan untuk membuat Personal Action Plan (PAP), yang harus dilaksanakan di universitas kita dan ada evaluasi pada akhir periode (setelah 1 tahun). Hal yang tersulit adalah menyusun program kerja tersebut yang sesuai dengan persyaratan dan mendapatkan persetujuan dari pimpinan universitas.

 

3. Tolong ceritakan mengenai program yang Bapak ikuti!

Kegiatan Training Course on Management of Internationalization ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat komprehensif, jangka waktu yang panjang (total sekitar 1 tahun) terdiri dari fase tatap muka (3 kali workshop) dan fase on line (diskusi melalui internet). Materi yang lengkap, yang terdiri dari 4 module, yaitu:

  1. Internationalization: concepts, systems, and actors
  2. Competences and key tasks of an International Office
  3. Soft skills (Intercultural communication and conflict management)
  4. Management skills (project management and change management)

Selain itu kegiatan ini tidak hanya menuntut partisipasi aktif dari peserta melainkan juga adanya dukungan dari institusi tempat kita bekerja sehingga diperlukan selalu koordinasi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program /PAP.

Setelah dinyatakan lolos, kegiatan pertama adalah Workshop yang dilaksanakan di Leibniz University of Hannover pada 18-27 Mei 2016, masing-masing peserta menyampaikan profil universitas dan existing international collaboration serta PAP. Materi training disampaikan oleh para pembicara yang expert di bidang internasionalisasi perguruan tinggi yang dihadirkan dari beberapa negara.

Selain itu, sebagian kegiatan juga dilaksanakan di Bonn dengan berdiskusi bersama DAAD, dilanjutkan dengan DFG, Humboldt Foundation, dan HRK. Tema utama adalah profil dari masing-masing organisasi tersebut dan juga potensi kerjasama yang memungkinkan untuk diinisiasi di waktu mendatang.

Setelah selesai workshop yang pertama, kegiatan dilaksanakan di universitas masing-masing untuk impelementasi PAP/program internasionalisasi yang sudah disetujui. Komunikasi atau diskusi dengan trainer dilakukan melalui internet dan komunikasi dengan sesama peserta juga dilakukan melalui grup email.

Workshop kedua dilaksanakan di Manipal University, India bagi peserta dari kawasan Asia pada 5-9 Desember 2016. Sedangkan paserta dari Amerika Latin melaksanakan workshop di Universidad de Guanajuato Mexico serta peserta dari Africa hadir pada workshop di Jomo Kenyatta University Nairobi Kenya. Pada workshop kedua ini, selain mendapatkan materi pelatihan, masing-masing peserta harus menyampaikan progress report atas kegiatan yang telah dilakukan, bagaimana kendala yang dihadapi serta solusinya. Setelah presentasi, peserta mendapatkan masukan dari para trainer dan juga sesama peserta. Setelah selesai workshop, kegiatan dilanjutkan di universitas untuk melanjutkan program kerja/PAP.

Workshop ketiga dilaksanakan pada 27 April – 5 Mei 2017 di Hannover. Pada pertemuan ini , peserta harus melaporkan hasil pelaksanaan program/PAP yang sudah dijalankan selama sekitar 1 tahun, feedback diberikan oleh trainer dan sesame peserta untuk perbaikan. Materi pelatihan disampaikan oleh para expert di bidang internasionalisasi.

Peserta juga berkesempatan untuk mendatangi dan berdiskusi langsung dengan Direktur International Office di Humboldt University dan Free University Berlin.

 

4. Apa manfaat dari program DAAD ini dalam karir Bapak?

Program DIES, Training Course on Management of Internationalization sangat bermanfaat bagi saya dan juga institusi saya. Saat ini saya sudah menjalankan berbagai kerjasama internasional (penelitian maupun publikasi) dan saya juga sebagai Vice Director of International Relation Office, sehingga sangat tepat materi training sebagai bekal untuk pengembangan karir saya di waktu mendatang. Selama training, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru untuk pengembangan kerjasama dengan berbagai institusi internasional, pembicara pada kegiatan ini benar-benar professional di bidangnya serta masih berkenan untuk diskusi melalui email. Sebagai tambahan, selama kegiatan saya dapat menjalin hubungan yang erat dengan berbagai perwakilan dari universitas negara lain dan mulai untuk inisiasi kegiatan kerjasama.

 

5. Apakah ada kesulitan dalam mengikutinya?

Secara umum tidak ada kesulitan yang berarti dalam mengikuti semua bagian dalam training course ini, saya mendapatkan support dari pimpinan universitas dan selama training trainer sangat helpful untuk memberikan suggestion, selain itu pertemanan dengan peserta lain sangat akrab sehingga suasana menyenangkan.

 

6. Berapa orang peserta yang mengikuti dan dari negara mana saja?

Peserta kegiatan ini adalah 30 orang yang berasal dari 19 negara dari kawasan Asia, Africa dan Amerika Latin. Para peserta adalah perwakilan masing-masing universitas/institusi yang telah mempunyai kerjasama internasional.

 

7. Apakah mereka alumni DAAD atau alumni Jerman secara umum?

Sebagian adalah alumni Jerman dan ada juga peserta yang bukan alumni Jerman.

 

8. Apakah networking Bapak dengan para peserta atau mungkin dengan para trainer masih terjalin meskipun sudah kembali ke negara masing-masing?

Ya, sampai sekarang network yang sudah terjalin terjaga dengan baik. Bahkan sudah ada beberapa kegiatan nyata yang melibatkan berbagai universitas untuk kerjasama, antara lain untuk penelitian bersama (joint research), staf dan student mobility.

 

9. Selain mengikuti kegiatan course, apakah Bapak memiliki waktu luang untuk eksplorasi Hannover atau mungkin keluar kota?

Ya, panitia memfasilitasi peserta untuk berkunjung ke berbagai tempat yang menarik di Hannover, Bonn dan Berlin untuk eksplorasi.

 

10. Apakah saran yang bisa Bapak berikan untuk teman-teman yang akan apply program ini jika dibuka kembali?

Program ini sangat bermanfaat bagi pengembangan karir pribadi maupun pengembangan institusi, untuk apply program ini dibutuhkan pengalaman dalam mengelola kerjasama internasional dan adanya dukungan dari universitas kita. Jadi sebaiknya koordinasi dengan pimpinan unit/universitas selalu dilakukan agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata untuk unit/univeristas kita. Saya juga siap membantu siapapun yang akan apply program ini.