Undangan untuk mengikuti presentasi dan pembacaan buku yang akan dimoderasi oleh Michaela Nocker (DAAD) dan Iwan Akbar (UNY). Setelah itu, departemen Jerman mengundang Anda untuk makanan ringan dan minuman.

Senin, 30 April, jam 9 pagi
Universitas Negeri Yogyakarta
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
Ruang Seminar GK I 216, lantai 2
Jl. Colombo No.1, Caturtunggal, Depok
Kabupaten Sleman
Yogyakarta 55281

Masuk gratis!

---

Sekilas mengenai novel "Ellbogen":

Antara Jerman dan Turki - seorang wanita muda mencari rumah. Sebuah novel debut yang hangat dan liar oleh Fatma Aydemir.

Dia tujuh belas tahun. Dia lahir di Berlin. Namanya adalah Hazal Akgündüz. Sebenarnya, dia bisa menjadi orang dewasa biasa. Hanya orang tuanya yang berimigrasi dari Turki merasa asing di Jerman. Dan Hazal itu membuat kesalahan fatal dalam pencariannya ke rumah.Awalnya, hanya soal sebuah pencurian lipstick, dan kemudian penganiayaan. Lalu gaya tumpul. Ketika polisi mengejarnya, Hazal melarikan diri ke Istanbul, di mana dia belum pernah ada sebelumnya. Hati yang hangat dan liar, Fatma Aydemir bercerita tentang banyak orang yang hidup di antara budaya dan bangsa, dan mencari tempat di dunia. Anda ingin membantu Hazal, Anda ingin berlari dengannya sepanjang malam, Anda ingin tahu bagaimana hal itu terjadi dengan dia dan bersama kita semua.

Dalam novel debutnya, editor taz Fatma Aydemir bercerita tentang seseorang yang berada di pinggiran, yang tidak menemukan tempat di masyarakat ini, karena dia hidup di antara budaya dan bangsa dan entah bagaimana tidak peduli. Atau tidak?

---

Fatma Aydemir lahir tahun 1986 di bagian selatan Jerman sebagai putri pasangan migran Turki. Ia kuliah sastra Jerman dan sastra Amerika di Frankfurt am Main. Sejak 2012, ia tinggal di Berlin dan menjadi redaktur pada harian taz. Di samping itu, ia penulis lepas yang menghasilkan artikel bertema budaya pop, migrasi, feminisme, dan rasisme untuk banyak majalah. Novel perdananya yang berjudul Ellbogen dan bercerita mengenai kehidupan kaum migran muda di Jerman terbit pada tahun 2017. Novel itu meraih Hadiah Klaus-Michael-Kühnke pada Festival Sastra Harbour Front dan telah dipentaskan sebagai sandiwara di berbagai kota di Jerman. “Ellbogen“ telah diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan bahasa Turki.